LDK PP Muhammadiyah

LDK PP Muhammadiyah Apresiasi BIMTEK Dai Komunitas Jawa Tengah

0 29

LDKMUH.OR.ID – Dai komunitas harus bisa menembus batas sebuah pernyataan yang mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Dai Komunitas yang digelar Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.

Acara yang diikuti oleh utusan LDK Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah ini digelar di Hotel Siliwangi Semarang, Sabtu-Ahad (25-26/5/2024).

Ketua LDK PWM Jawa Tengah, KRAT AM Juma’i SE MM mengaku bersyukur akhirnya Bimtek ini bisa terselenggara dan diikuti oleh 52 peserta utusan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Tak banyak yang ia sampaikan melainkan ucapan terima kasih kepada peserta yang telah hadir maupun pengurus LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah bersedia memberikan bimtek ini.

“Peserta jumlahnya saat ini lebih dari target yang diharapkan. Karena awalnya LDK PP mempersyaratkan 30 peserta minimal, dan ternyata sampai kemarin terkonfirmasi jumlah peserta yang daftar sebanyak 52. Mohon maaf jika ada kekurangan dan terima kasih kepada semua pihak,” ungkapnya.

Juma’i lantas membacakan sebuah pantun, “Mbak Asih datang membawa tas, terima kasih telah datang para dai komunitas,” ucapnya diikuti riuh tepuk tangan.

Ia menambahkan sebuah pantun, “Putu papat meteng sedanten, menawi lepat nyuwun pangapunten,” imbuhnya.

Menembus Batas

Senada dengan yang disampaikan oleh Juma’i, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Drs H Jumari juga bersyukur atas terselenggaranya bimtek ini.

Jumari menyampaikan PWM Jawa Tengah mengapresiasi LDK PP Muhammadiyah yang memberikan bimtek kepada LDK PWM Jawa Tengah bisa menyiapkan dengan sangat baik.

“PWM berpesan bahwa semakin luas dan banyak komunitas yang dijangkau para dai itu maka manfaatnya juga semakin besar. Maka akan sangat bermanfaat kalau ada kader Muhammadiyah yang maju dalam kontestasi perpolitikan,” ucapnya.

Jumari lantas menekankan pentingnya seorang dai memperluas paham agama sebagai pengamalan ideologi Muhammadiyah.

“Ini pengamalan dari dokumen resmi dari Muhammadiyah, langkah kedua, memperluas paham agama. Kalau kita masih sibuk dengan urusan musik, ya nggak akan selesai dakwah komunitas,” terangnya.

Ia berharap agar pada dai komunitas mampu menembus batas, sehingga selain pemahaman yang luas, juga bisa berdakwah di berbagai komunitas. “Kami berharap dari bimtek ini, agar kita bisa menemukan clue, apa komunitas yang akan menjadi sasaran dakwah kita di Jawa Tengah ini,” tandasnya. (*)

Penulis Ain Nurwindasari Editor Mohammad Nurfatoni

Leave A Reply

Your email address will not be published.