Khutbah Jum’at: Pembuktian Sains Modern dan Makna Dalam Al Quran

Oleh: Khairun Latif, Dai LDK PP Muhammadiyah

Khutbah Pertama

ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ، ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ

يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَٱتَّقُوا ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَٱلْأَرْحَامَ، إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

Marilah Senantiasa kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT karena hanya dengan ketakwaan urusan kita dimudahkan, rezeki kita dilancarkan. Seorang yang paling mulia disisi Allah bukanlah dilihat dari mereka yang memiliki harta yang banyak, bukan dinilai dari mereka yang memiliki pangkat yang tinggi dan tidak melekat pada mereka yang terkenal dan populer namun yang membedakan seorang manusia dengan manusia yang lain,

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ اَتْقٰىكُمْ

hanyalah bagaimana dia bertakwa kepada Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Sebagai seorang muslim sejati yang setiap hari selalu dekat dengan Al Qur’an, setiap saat kita membuka, membaca bahkan menghafal Al Qur’an. Tapi tidak begitu banyak diantara kita yang mampu menyadari, sangat sedikit diantara kita yang bisa memahami bahwa pada setiap huruf ayat Al Qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad tepatnya pada 1400 tahun atau 14 abad yang lalu yang didalamnya memuat penjelasan-penjelasan, kisah kisah, syariat hukum dan cara bermuamalat manusia. Hari ini di abad ke 20-21 para ahli, ilmuan dan tokoh menemukan pembuktikan secara ilmu pengetahuan, kebenaran ilmiah dan sains moderen.
Ini menunjukan bahwa Al Qur’an tidak hanya di baca berulang kali untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda namun harus mampu memahami, menghayati setiap kandungan dari isi ayat Alqur’an.

Pada kesempatan khutbah kali ini, izinkan khatib mengangkat tema “Pembuktian Ilmiah Sains Modern dan Penjelasan-penjelasan dalam Al Quran”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Berangkat dari awal mula proses terciptanya alam semesta sebuah teori Big Bang menjelaskan bahwa alam semesta bermula dari suatu kondisi yang sangat padat dan panas, lalu mengalami ekspansi atau pengembangan sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu. Hal ini selaras dengan ayat Al Qur’an

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ كَا نَـتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَا ۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَآءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya; (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 30)

Ayat tersebut telah menjelaskan pada 1000 tahun yang lalu namun teori ini baru ditemukan pada tahun 1927. Begitupun garis edaran dan tata surya masih dalam surat yang sama “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 33) ini sejalan dengan pembuktian para tokoh ilmuan astronomi bahwa semua planet sistem bintang dan galaksi berputar pada poros dan orbitnya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. . .

Pernyataan dalam Al Qur’an dan pembuktian para ahli yang sama maka muncul pertanyaan kepada kita apakah Nabi Muhammad sedang berdongeng tentang alam semesta. Bagaimana? mungkin tekhnologi laboraturium, teleskop dan microscop tidak ada pada zaman Nabi Muhammad ketika ayat Al Qur’an diturunkan namun 1000 tahun kemudian melewati masa yang panjang baru ditemukan secara ilmu pengetahuan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ….

Al Qur’an diturunkan dibumi yang panas hidup ditengah padang pasir, tandus, gersang dan kering kerontang bahkan jauh dari laut. Namun hal menakjubkan kembali menggemparkan dunia di selat gibraltar, teluk alska, dan perairan denmark. Terdapat kedua air laut yang bertemu dan tidak menyatu masing-masing mempertahankan sifat, suhu, warna dan kepadatan.
Fenomena ini dijelaskan dalam Al Quran surat Ar Rahman ayat 19 :

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِ

“Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,” (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 19)
Terdapat juga penemuan unik oleh ahli geologi asal rusia Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov Ilmuah asal Amerika Sarikat yang menyelam kedasar laut sedalam 1750 Meter dan menemukan lava cair yang mengalir disertai abu vulkanik yang suhu mencapai 231C° terdapat juga sebuah sungai bawah laut di Meksiko (cenote angelita) dua air sungai yang mengalir terpisah yang satu tawar dan yang satunya asin. 10 abad lalu Alquran lebih dahulu memberikan informasi bahwa

وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَا تٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَا جٌ ۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS. Al-Furqan 25: Ayat 53)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ….

Hal yang paling mustahil dan tidak diterima oleh akal sehat manusia proses pemciptaan manusia dijelaskan dalam Al Quran surat Al Mu’minun ayat 12-14 secara rinci, bertahap dan detail. Dimulai dari sari pati tanah, air mani (nutfah) , Segumpal Darah (alaqah), segumpal daging (mudgah), membentuk tulang belulang lalu kemudian disempurnakan ruh untuk hidup. Proses ini diuji secara ilmu Embriologi bahwa tidak ada pertentangan sediktpun menurut ilmu sains yaitu Embriologi manusia dan firman Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ….

Pernyataan terakhir dari kisah dalam alquran yang mungkin anak anak mengahafal dengan kisah ini, yaitu ketika Nabi Musa membelah laut merah dengan tongkat dan setelah rombongan nabi Musa itu sampai didaratan lautpun kembali seperti semula dan pasukan Raja Fir’aun tenggelam didalamnya. Jasad Raja Fir’aun atau Raja Ramos II/Merpath diperkirakan meninggal pada tahun 1.214 SM dan ditemukan sampai saat ini jasad fisiknya masih utuh dan di simpan di laboratorium museum kuno di Mesir.

Cerita ini dikisahkan dalam Al Quran surat Yunus ayat 90 & 92
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَ تْبـَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَا لَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْۤ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْۤا اِسْرَآءِيْلَ وَ اَنَاۡ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir’aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam, dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri).”
(QS. Yunus 10: Ayat 90)

فَا لْيَوْمَ نُـنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗ وَاِ نَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّا سِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ

“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.”(QS. Yunus 10: Ayat 92)

Ayat tersebut sejalan dengan penelitian asal prancis Prof Maurice Bucaille yang kemudian menjadi seorang muallaf. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa jasad Firaun ditemukan dengan kandungan garam yang tinggi sebagai dasar indikasi bahwa tubuh tersebut pernah berada diperairan laut yang pada akhirnya diselamatkan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ….

Dengan demikian Al Quran bukanlah kitab sains dalam pengertian menurut manusia seperti buku Fisika, Biologi, Geografi, Geologi, Astronomi dan Embriologi namun Al Quran melampui segalanya, mampu membuktikan bahkan memberikan pengetahuan 1000 tahun sebelum pembuktiah ilmiah ditemukan.

Nabi Muhammad dalam sejarahnya tidak pernah diceritakan menjadi seorang nelayan atau penjelajahan samudera laut seperti Cristopolus Colombus, namun ia hanya seorang pengembala kambing, Nabi Muhammad tidak pernah menjadi seorang dokter spesialis kandungan yang memahami bagaimana bayi tumbuh dan berkembang dalam janin, Nabi Muhammad juga tidak pernah menjadi seoranhg astronot yang mendarat dibulan dan diluar angkasa bahkan Nabi Muhammad tidak pernah menyinggahi mesir namun jasad firaun melalui firman Al Quran mampu menceritakan semuanya. Semua itu karena Al Quran yang menjelaskan setelah berabad-abad kemudian baru ditemukan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ….

Maka sebagai penutup khutbah khatib menyampaikan bahwa beberapa diantara temuan tersebut masih banyak ilmu Allah SWT yang belum manusia mengetahui semuanya. Ibarat hanya setetes dari jarum yang dicelupkan ditengah laut sedangkan ilmu yang lain masih terbentang luas, sehingga titipkan anak anak kita menjadi generasi yang berilmu, generasi yang menyakini bahwa Alquran bukan hanya kitab karangan, dongeng dan bahkan bisa dirubah kapan saja tapi Al Quran di perlihara dan dijaga hingga sampai sepanjang masa.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيم

وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

KHUTBAH KEDUA

أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، وَبِهَا يَسْعَدُ الْمُؤْمِنُونَ، وَتَثْبُتُ الْقُلُوبُ فِي طَرِيقِ الْحَقِّ.

يَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، إِنَّ الحَيَاةَ الدُّنْيَا دَارُ ابْتِلَاءٍ وَمِحْنَةٍ، وَلَيْسَتْ دَارَ جَزَاءٍ وَلَا رَاحَةٍ، وَإِنَّمَا الرَّاحَةُ فِي الْجَنَّةِ. فَاصْبِرُوا عَلَى مَا أَنْتُمْ فِيهِ، وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ، وَثِقُوا بِأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.

ثُمَّ صَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَيْرِ الْبَرِيَّةِ، فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللَّهُ بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ، فَقَالَ:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

[الأحزاب: ٥٦]

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى طَاعَتِكَ، وَثَبِّتْنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلِ الْآخِرَةَ هِيَ هَمَّنَا، وَاحْفَظْنَا مِنْ فِتَنِ الدُّنْيَا، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

عِبَادَ اللَّهِ،

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Editor: Anas Nashuha

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts