LDKMUH.OR.ID, Surabaya – Di tengah kawasan tambak dan hamparan mangrove di wilayah Wonorejo, Surabaya, sebuah ikhtiar dakwah yang berbeda sedang tumbuh. Bukan melalui mimbar atau masjid, melainkan dari kandang ayam dan peternakan kambing yang sederhana. Dari tempat itulah, Edufarm Muhammadiyah mulai menebar manfaat dan menyiapkan kemandirian bagi para mualaf dhuafa.
Edufarm Muhammadiyah dikelola oleh Samsul Hadi, tokoh Muhammadiyah yang juga menjadi pengurus Mualaf Learning Center (MLC) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Surabaya. Nama Edufarm sendiri merupakan gabungan dari kata education dan farm. Menggambarkan konsep pendidikan berbasis pertanian dan peternakan sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Potensi tersebut menarik perhatian tim MLC LDK PDM Surabaya yang melakukan kunjungan ke lokasi, Rabu (10/6/2026), seusai salat Ashar berjamaah di Masjid Baiturrahman MI Muhammadiyah 27 Wonorejo Rungkut. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pembinaan mualaf dan masyarakat rentan.
Bagi Samsul Hadi, Edufarm Muhammadiyah bukan sekadar tempat beternak ayam dan kambing. Lebih dari itu, kawasan tersebut sebagai ruang belajar bagi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi syariah, memanfaatkan sampah organik. Juga membangun karakter kewirausahaan yang dilandasi kesabaran dan keuletan.
“Dari sebuah ide sederhana, Edufarm berkembang menjadi sentra dakwah yang memberikan kemanfaatan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Lokasi Edufarm Muhammadiyah yang berada di kawasan pinggiran Surabaya justru menjadi kekuatan tersendiri. Lingkungan sekitar yang berdekatan dengan tambak, muara sungai, dan kawasan mangrove menjadi lahan peternakan yang produktif dan berkelanjutan.
Dakwah yang Menyentuh Kehidupan Sehari-hari
Dalam kunjungan tersebut, tim MLC yang terdiri dari Irfan Zakaria, Ibrahim Bararay, Fuadi Abu Uwais, dan Etty Sunanti menyusuri jalan setapak di tepi tambak untuk melihat secara langsung aktivitas peternakan yang melibatkan masyarakat sekitar.
Menurut Samsul Hadi, pendekatan dakwah berbasis pemberdayaan ekonomi terbukti mampu menghadirkan citra positif Muhammadiyah di tengah masyarakat.
“Yang awalnya sebagian masyarakat bersikap apriori terhadap Muhammadiyah, kini mulai merasakan manfaat dan keberkahan dari dakwah yang menyentuh kebutuhan kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Harapan besar juga datang dari MLC Muhammadiyah Surabaya. Ibrahim Bararay meyakini keberadaan Edufarm Muhammadiyah kelak dapat menjadi salah satu sarana pemberdayaan ekonomi bagi para mualaf dhuafa binaan MLC.
“Alhamdulillah, dengan adanya Edufarm dan Ustaz Samsul, kelak akan bisa membantu mualaf dhuafa binaan MLC. InsyaAllah kita semua dapat saling bekerja sama, memberikan manfaat, serta meraih keberkahan dunia dan akhirat,” katanya.
Apresiasi serupa oleh Direktur MLC, Irfan Zakaria.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Ustaz Samsul yang telah menyambut kunjungan tim MLC, menjamu kami, serta dengan sabar menjelaskan berbagai aktivitas dan pengelolaan Edufarm. Semoga kunjungan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Dari kandang-kandang sederhana di sudut Surabaya itu, Muhammadiyah menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu dari ceramah. Kadang, ia tumbuh dari kerja-kerja sunyi yang memberdayakan, menguatkan ekonomi, dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. (Najih)
