LDK Muhammadiyah Sulsel Siapkan 50 Dai Komunitas untuk Wilayah 3T

LDKMUH.OR.ID, MakassarDi tengah kompleksitas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat rentan dan masih terbatasnya akses pembinaan keagamaan di sejumlah daerah, LDK Muhammadiyah Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memperkuat langkah dakwah berbasis komunitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Makassar.

Kerja sama kedua lembaga itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 4 FAI Unismuh Makassar, Rabu (6/5/2026). Kolaborasi ini menjadi ikhtiar untuk mengintegrasikan kekuatan perguruan tinggi dengan gerakan dakwah komunitas yang selama ini dijalankan LDK Muhammadiyah Sulsel.

Melalui kerja sama tersebut, berbagai program akan dikembangkan, mulai dari pengabdian dosen dan mahasiswa, praktik pengalaman lapangan (PPL), program magang, penelitian berbasis komunitas, hingga penyiapan dai komunitas yang akan diterjunkan ke berbagai wilayah marginal.

Dekan FAI Unismuh Makassar, Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai agenda yang dijalankan LDK Muhammadiyah Sulsel melalui kontribusi seluruh program studi di lingkungan fakultas.

“FAI menyambut baik MoA ini dan akan memaksimalkan peran yang bisa kami berikan, baik itu dalam penempatan pengabdian dosen dan mahasiswa, magang, PPL ataupun supporting lainnya yang bisa memberdayakan komunitas binaan LDK,” ujar Amirah.

Menurutnya, setiap program studi akan berkontribusi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Program Studi Ekonomi Islam diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, Bimbingan Konseling Islam fokus pada pendampingan korban patologi sosial dan warga binaan lapas. Komunikasi dan Penyiaran Islam mendukung pembinaan pemulung dan muallaf, sedangkan Pendidikan Agama Islam akan memperkuat aspek pendidikan komunitas.

Menyiapkan Dai untuk Wilayah 3T dan Komunitas Rentan

Sementara itu, Sekretaris LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Syamsul Hidayat, S.Pd.I., M.Pd., menilai dukungan akademik dari FAI Unismuh menjadi modal penting untuk memperkuat dakwah komunitas Muhammadiyah yang terus berkembang.

“Lewat MoA ini kami berharap FAI Unismuh menjadi supporting LDK dalam agenda dakwah komunitas Muhammadiyah yang saat ini sedang intensif membina komunitas miskin, komunitas muallaf, dan masyarakat rentan,” kata Syamsul.

Ia mengungkapkan bahwa LDK Muhammadiyah Sulsel saat ini tengah mempersiapkan 50 dai komunitas yang akan diterjunkan mulai Juli 2026. Para dai tersebut akan bertugas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah pendalaman, hingga kawasan marginal yang masih minim sentuhan pembinaan keagamaan.

Menurut Syamsul, kebutuhan terhadap dai komunitas semakin meningkat seiring bertambahnya persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara LDK Muhammadiyah Sulsel dan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Lebih dari sekadar kerja sama kelembagaan, sinergi ini juga menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Program magang, penelitian, dan praktik lapangan akan diarahkan untuk mendukung agenda dakwah komunitas secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, LDK Muhammadiyah Sulsel dan FAI Unismuh Makassar berharap dapat menghadirkan model dakwah komunitas yang lebih terstruktur dan berdampak luas, terutama bagi masyarakat miskin, komunitas muallaf, warga binaan, hingga masyarakat di wilayah 3T yang selama ini masih terbatas akses pembinaan keagamaannya. (Najih)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts