“Bergerak untuk Mencerahkan”, Buku yang Merekam Jejak Sunyi Para Dai Muhammadiyah di Pelosok Negeri

LDKMuh.or.id, Jakarta, 25 Juni 2026 – Di balik setiap halaman buku Bergerak untuk Mencerahkan, tersimpan kisah-kisah pengabdian yang selama ini jarang diketahui publik. Bukan cerita yang lahir dari balik meja, melainkan catatan perjalanan seorang dai yang menyaksikan langsung bagaimana dakwah Muhammadiyah hadir di tempat-tempat yang jauh dari sorotan.

cerita dari sosok Muchamad Arifin Selaku, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus penulis buku. Saat memberikan sambutan dalam acara Diskusi dan Launching Buku Bergerak untuk Mencerahkan di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Kamis (25/6/2026).

Menurut Arifin, buku tersebut merupakan potret perjalanan para dai Muhammadiyah yang mengabdikan dirinya pada daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Komunitas adat, kawasan marginal perkotaan, hingga lembaga pemasyarakatan. Mereka hadir menemani masyarakat yang sering kali luput dari perhatian, membawa cahaya dakwah, pendidikan, dan harapan.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita. Ini adalah jejak perjuangan para dai Muhammadiyah yang tetap menyalakan cahaya Islam yang senantiasa menelusuri tempat-tempat yang mungkin tidak pernah masuk berita. Tetapi sangat berarti bagi masyarakat yang mereka dampingi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh isi buku lahir dari pengalaman pribadi selama menjalankan amanah sebagai Ketua LDK PP Muhammadiyah. Setiap kisah ditulis berdasarkan perjalanan yang ia saksikan sendiri saat mengunjungi daerah-daerah binaan, berdialog dengan para dai, serta melihat langsung dinamika kehidupan masyarakat di berbagai pelosok Indonesia.

“Apa yang saya tulis bukan hasil mengutip dari sumber lain. Semua berangkat dari perjalanan yang saya alami sendiri, dari apa yang saya lihat, saya dengar, dan saya rasakan ketika membersamai para dai Muhammadiyah di lapangan,” jelasnya.

Arifin mengisahkan bagaimana para dai tetap bertahan menjalankan dakwah meski harus menempuh perjalanan berjam-jam. Melintasi pegunungan, menyeberangi lautan, atau tinggal di daerah yang memiliki akses terbatas. Tidak sedikit pula yang memilih mendampingi masyarakat adat, membina para mualaf. Menguatkan komunitas marginal di perkotaan, hingga menghadirkan harapan bagi warga binaan di balik jeruji besi melalui pembinaan keagamaan di lembaga pemasyarakatan.

Menurutnya, seluruh kisah tersebut sengaja beliau sajikan dengan bahasa yang mengalir dan bernuansa puitis agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca.

“Saya ingin buku ini tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan. Karena itu saya memilih bahasa yang mengalir, sederhana, dan puitis. Sehingga pembaca seolah ikut menyusuri perjalanan dakwah bersama para dai Muhammadiyah di berbagai pelosok negeri” tuturnya.

Lebih dari sekadar dokumentasi, buku Bergerak untuk Mencerahkan menjadi bentuk penghormatan kepada para dai yang selama ini bekerja dalam sunyi. Mereka mungkin tidak banyak dikenal, namun dedikasinya telah menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Melalui buku ini, Arifin berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal wajah dakwah Muhammadiyah yang sesungguhnya. Dakwah yang hadir bukan hanya melalui mimbar, tetapi juga melalui keteladanan, pelayanan, pemberdayaan, dan pengabdian tanpa pamrih.

“Bergerak untuk Mencerahkan adalah persembahan untuk para dai Muhammadiyah yang telah mengabdikan hidupnya bagi umat dan bangsa. Semoga buku ini menjadi inspirasi agar semakin banyak yang terpanggil untuk melanjutkan estafet dakwah hingga ke pelosok negeri,” pungkasnya.
(Editor: Anas)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts