LDK PP Muhammadiyah Luncurkan Mualaf Learning Center di Sekadau untuk Perkuat Pembinaan Berkelanjutan

LDKMUH.OR.ID, Sekadau – Dalam upaya memperluas jangkauan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan, Muhammadiyah melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat resmi meluncurkan Mualaf Learning Center (MLC) di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Program ini merupakan bagian dari kemitraan kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Maslahat.

Kegiatan peluncuran dilaksanakan pada Minggu, 19 April 2026, bertepatan dengan 2 Zulqaidah 1447 H, di Kabupaten Sekadau. Wilayah ini dinilai strategis dalam penguatan pembinaan keislaman, khususnya bagi para mualaf yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa pendampingan mualaf merupakan bagian penting dari strategi dakwah Muhammadiyah yang mencakup aspek keagamaan, sosial, ekonomi, dan psikologis.

“MLC Muhammadiyah hadir sebagai pusat pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Mualaf perlu didampingi secara utuh agar mampu menjalani kehidupan barunya dengan penuh keyakinan, kemandirian, dan martabat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan inisiatif nasional yang dirancang secara komprehensif. “Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan komprehensif, mulai dari penguatan akidah, praktik ibadah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas,” jelasnya.

Hingga saat ini, MLC Muhammadiyah telah hadir di berbagai wilayah Indonesia, mencakup daerah pedalaman, kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), komunitas suku terpencil, hingga wilayah perkotaan. “Kehadiran MLC di Sekadau menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan dakwah sekaligus memastikan keberlanjutan pembinaan bagi para mualaf,” tambah Arifin.

Ketua LDK PWM Kalimantan Barat, Aswan Bahri, S.E., menyampaikan komitmennya dalam mendukung penguatan dakwah berbasis komunitas, khususnya dalam pembinaan mualaf.

“Aspek pembinaan komunitas, terutama bagi para mualaf, adalah bagian penting dari gerakan dakwah Muhammadiyah. LDK PWM Kalbar tentu memberikan dukungan penuh terhadap program-program seperti Mualaf Learning Center ini, karena di sinilah proses pendampingan keislaman dilakukan secara lebih terarah, humanis, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sekadau, Drs. Sapto Utomo, M.Si., menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan bagi para mualaf.

“Pembinaan mualaf membutuhkan keseriusan dan kesinambungan. Kita tidak bisa hanya hadir di awal mereka masuk Islam, lalu melepas begitu saja. Ada tantangan yang mereka hadapi, tetapi juga peluang besar untuk melahirkan kader-kader umat yang tangguh,” ungkapnya.

“Saya memiliki pengalaman langsung, di mana istri saya sendiri adalah seorang mualaf. Dari situ saya memahami betul bagaimana proses adaptasi itu tidak mudah, sehingga kehadiran pembinaan yang intens dan penuh empati menjadi sangat penting,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Muhammadiyah, relawan dakwah, serta para mualaf. Sebagai penutup, dilakukan penyantunan buku panduan pembelajaran Mualaf Learning Center yang diharapkan menjadi rujukan utama dalam proses pembinaan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Dengan peluncuran ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem dakwah yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga memperkuat kemandirian dan keberdayaan mualaf secara menyeluruh.

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts