Dari TPQ hingga Kajian Tafsir, Dai 3T Muhammadiyah Perkuat Dakwah di Ende

LDKMUH.OR.ID, Ende — Dai 3T Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Arif Gasim, menjalankan pembinaan keagamaan di Lingkungan Rukun Lima Atas, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut meliputi pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, kajian tafsir untuk ibu-ibu majelis taklim. Tahsin bagi perempuan dan remaja putri, serta pelayanan sebagai imam dan khatib salat Jumat.

Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dakwah di wilayah penugasan. Pembinaan melalui kegiatan rutin yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pendidikan Al-Qur’an bagi Anak-Anak

Salah satu kegiatan yang Ustadz Arif jalankan ialah pembelajaran TPQ Ibnu Taimiyah Ende. Kegiatan tersebut berlangsung setiap Ahad hingga Rabu selepas salat Magrib sampai selesai.

Dalam kegiatan ini, anak-anak mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an dan pengenalan dasar-dasar ajaran Islam. Pembelajaran dilakukan sesuai tahap kemampuan peserta agar mereka dapat mengembangkan keterampilan membaca Al-Qur’an secara bertahap.

Pendidikan Al-Qur’an sejak dini merupakan salah satu bagian penting dalam pembinaan generasi muslim. Kemampuan membaca Al-Qur’an perlu dibangun melalui proses belajar yang berkelanjutan, serta pendampingan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan TPQ, dakwah tidak hanya berfokus pada penyampaian pengetahuan agama. Tetapi juga menyediakan ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal dan mempelajari Al-Qur’an secara teratur.

Kajian Tafsir dan Tahsin bagi Kaum Muslimah

Selain mendampingi anak-anak, Ustadz Arif menjalankan pembinaan keagamaan bagi perempuan dan remaja putri. Salah satunya melalui kajian tafsir Al-Qur’an untuk ibu-ibu Majelis Taklim yang berlangsung setiap Jumat pukul 16.00 WITA di Masjid Nur Jama’ah Hasanah, Rukun Lima Atas.

TPQ

Kajian ini untuk membantu peserta memahami kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap Al-Qur’an menjadi bagian dari proses pembinaan keagamaan yang tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup upaya memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Selanjutnya Pembinaan melalui program tahsin Al-Qur’an setiap Jumat dan Sabtu selepas salat Magrib pada masjid yang sama. Peserta pemula mendapatkan pembelajaran Iqra, sedangkan peserta lainnya didampingi untuk memperbaiki bacaan, termasuk makhraj huruf dan penerapan kaidah tajwid sesuai kemampuan masing-masing.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya menyediakan kesempatan belajar agama bagi berbagai kelompok usia. Anak-anak memperoleh pendidikan dasar Al-Qur’an, sedangkan perempuan dan remaja putri memiliki ruang untuk memperbaiki bacaan serta memperdalam pemahaman keislaman.

Pelayanan Ibadah dan Pembinaan Masyarakat

Ustadz Arif juga menjalankan amanah sebagai imam dan khatib salat Jumat. Ia menjadi khatib pengganti apabila petugas yang telah dijadwalkan berhalangan hadir.

Tugas tersebut melengkapi kegiatan pendidikan dan kajian keagamaan yang berada di Rukun Lima Atas. Masjid menjadi tempat pelaksanaan ibadah sekaligus ruang pembinaan melalui kajian dan pembelajaran Al-Qur’an.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pelayanan dakwah dapat melalui berbagai bentuk pengabdian, mulai dari mengajar anak-anak, mendampingi jamaah mempelajari Al-Qur’an, hingga menjaga keberlangsungan pelayanan ibadah.

Pengalaman tersebut juga memberikan pelajaran bahwa penguatan kehidupan keagamaan membutuhkan proses yang konsisten. Pengetahuan agama tidak cukup hanya disampaikan dalam satu kesempatan, tetapi perlu didukung ruang belajar, pendampingan, dan kegiatan yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, pembinaan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama. Kehadiran dai, dukungan pengelola masjid, keterlibatan keluarga, dan partisipasi masyarakat dapat menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an serta kegiatan keagamaan di lingkungan setempat.

Melalui penugasan Dai 3T, LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil bagian dalam upaya memperluas jangkauan dakwah dan pembinaan keislaman di berbagai wilayah Indonesia. Pengabdian Ustadz Arif Gasim di Ende menjadi salah satu bentuk pelaksanaan program tersebut melalui pendidikan Al-Qur’an, kajian tafsir, tahsin, dan pelayanan ibadah.

Dakwah yang berjalan secara rutin dan dekat dengan kebutuhan masyarakat diharapkan dapat memperkuat hubungan umat dengan Al-Qur’an serta mendorong tumbuhnya kehidupan keagamaan yang lebih baik.

Editor: Anas

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts