Perluas Jangkauan Pendidikan, LDK Muhammadiyah terjunkan Da’i ke Thailand Selatan

LDKMUH.OR.ID, PATTANI — Mengabdi di negeri orang bukan sekadar membawa ilmu untuk dibagikan, melainkan juga ruang untuk belajar memahami kebiasaan dan budaya masyarakat setempat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKNI) & Da’i Internasional Thailand 2026, mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU) bersama LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjalankan misi dakwah dan mendampingi pendidikan Islam anak-anak di Pattani serta Yala, Thailand Selatan.

Merawat Ilmu dan Mengajar Qira’ati di Tadika Masjid Darul Aman

Para mahasiswa mengawali kegiatan di Tadika Masjid Darul Aman Serong Tandak. Mereka mengenalkan pelbagai materi keagamaan kepada anak-anak. Contohnya seperti pelajaran Al-Qur’an dan fikih. Selain itu, mereka turut mendampingi kegiatan pembelajaran Qira’ati selepas magrib. Aktiviti ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur’an. Kesannya, anak-anak dapat membaiki bacaan mereka secara bertahap.

Seterusnya, para pengajar berusaha menyesuaikan pendekatan belajar. Pendekatan ini mengikut tahap perkembangan setiap pelajar. Oleh sebab itu, kesabaran menjadi kunci utama dalam mengajar. Hasilnya, proses pembelajaran keagamaan dapat berlangsung secara menyenangkan dan berkesan.

Menghadapi Cabaran Bahasa Lewat Kemahuan Belajar

Semasa menjalankan aktiviti di Pattani dan Yala, mahasiswa menghadapi cabaran bahasa. Perbezaan bahasa harian membuat pengajar perlu berusaha lebih gigih. Mereka berjuang untuk memahami maksud percakapan anak-anak. Namun demikian, cabaran tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Mereka tetap memberikan pendampingan secara maksimum.

Sebaliknya, pengalaman ini mendorong para mahasiswa untuk mempelajari bahasa setempat. Langkah ini mempermudah penyampaian materi keagamaan secara berkesan. Tambahan pula, komunikasi antara pengajar dan anak-anak menjadi lebih dekat.

Memaknai Dakwah Melalui Pendekatan yang Membumi

Pada akhirnya, pengalaman pengabdian ini memberikan pelajaran berharga. Dakwah tidak hanya hadir dalam bentuk ceramah formal. Sebaliknya, dakwah juga wujud melalui kesabaran mengajar dan kepedulian sosial. Bahkan, dakwah hadir lewat kesediaan memahami kehidupan masyarakat tempatan.

Melalui perjalanan ini, para mahasiswa menyedari satu hal penting. Seorang pendidik perlu belajar memahami sebelum mengajar. Dengan sikap terbuka, nilai-nilai pendidikan Islam anak-anak dapat tertanam dengan indah dalam kehidupan seharian.

Editor: Zandik

 

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts