LDKMUH.OR.ID, Surakarta — Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, belajar, hingga memperoleh informasi keagamaan. Menjawab perubahan tersebut, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Forum Dai Digital Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 23–24 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat ekosistem dakwah digital sekaligus menyiapkan generasi dai yang mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai platform media sosial secara kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan merupakan individu-individu terpilih yang lolos dari proses seleksi ketat. Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut menunjukkan meningkatnya minat generasi muda untuk terlibat dalam gerakan dakwah berbasis teknologi.
“Peserta yang hadir hari ini adalah peserta pilihan yang telah melalui proses seleksi dari ribuan pendaftar. Ini menunjukkan bahwa semangat dakwah digital di kalangan generasi muda Muhammadiyah tumbuh sangat luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Arifin, ruang digital saat ini telah menjadi arena utama pertukaran informasi dan pembentukan opini publik. Karena itu, dakwah tidak lagi cukup dilakukan melalui metode konvensional, tetapi juga harus hadir secara aktif di dunia digital.
“Hari ini teknologi digital berkembang sangat pesat. Dakwah tidak boleh tertinggal. Ketika masyarakat bergerak ke ruang digital, maka dakwah juga harus hadir di sana. Karena itu, kehadiran dai digital menjadi sangat penting untuk membawa nilai-nilai Islam yang mencerahkan dan menggembirakan di tengah derasnya arus informasi,” tegasnya.
Menyiapkan Dakwah yang Relevan dengan Generasi Digital
Arifin menambahkan, tantangan ruang digital saat ini bukan hanya soal kecepatan informasi, tetapi juga maraknya konten yang berpotensi menimbulkan polarisasi, disinformasi, hingga degradasi moral. Karena itu, dai digital dituntut tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga kemampuan mengelola teknologi dan komunikasi publik.
“Dunia digital hari ini membutuhkan kehadiran dai yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak untuk menyebarkan kebaikan, membangun optimisme, dan menjaga moral masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pondok Mahasiswa Mas Mansur UMS, Muawaroh, yang mewakili Rektor UMS, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif LDK PP Muhammadiyah. Menurutnya, penguatan kapasitas dai digital menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat modern.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik ini. Apa yang dilakukan LDK PP Muhammadiyah merupakan langkah yang sangat bagus dan perlu didukung bersama. Dakwah digital menjadi kebutuhan penting hari ini sehingga penguatan kapasitas dai di ruang digital sangat relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Selain pembekalan teori, peserta juga mendapatkan pelatihan terkait strategi produksi konten, manajemen media sosial, komunikasi publik, hingga teknik dakwah kreatif yang efektif di era digital.
Melalui program ini, Muhammadiyah berharap lahir lebih banyak dai digital yang mampu menghadirkan konten positif, memperluas syiar Islam Berkemajuan, serta menjaga ruang digital Indonesia tetap sehat, edukatif, dan mencerahkan. (Najih)
