LDKMUH.OR.ID, Tulungagung – Di tengah anggapan bahwa dakwah identik dengan ceramah di masjid atau pengajian formal, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah terus menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui komunitas motor yang menjadi bagian dari gerakan Dakwah Komunitas Muhammadiyah.
Pendekatan tersebut tampak dalam kegiatan Motor Camping yang digelar BikersMu Chapter Tulungagung Korwil Jawa Timur di Bumi Perkemahan Jurang Senggani, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jumat-Sabtu (13-14/6/2026). Di tengah suasana alam pegunungan, para anggota komunitas motor Muhammadiyah tidak hanya menikmati kebersamaan, tetapi juga memperkuat semangat dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri karena berlangsung setelah pengukuhan kepengurusan baru BikersMu Chapter Tulungagung. Momentum ini sekaligus menjadi penanda proses transisi dari komunitas MASBROO (Muhammadiyah Anak Sepeda Motor Brotherhood) menuju BikersMu, yang kini menjadi wadah resmi bagi komunitas motor Muhammadiyah di berbagai daerah.
Namun, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang berkumpul para pecinta roda dua. Dakwah Komunitas Muhammadiyah juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan pembinaan keagamaan. Dalam kesempatan itu, para peserta mengikuti tausiyah yang disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung, Farid Rifai.
Selain itu, rombongan BikersMu juga melakukan silaturahmi ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sendang dan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sekitar 25 anggota BikersMu mengikuti kegiatan tersebut. Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika para peserta bergotong royong menyiapkan makanan, memasak bersama, hingga menikmati santapan secara sederhana di area perkemahan.
Dakwah Komunitas, Tak Hanya Dilakukan dari Mimbar
Ketua BikersMu Chapter Tulungagung, Dana, menjelaskan bahwa Motor Camping menjadi sarana untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus merumuskan berbagai program organisasi ke depan.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk memperkuat soliditas pengurus baru dan merencanakan program-program BikersMu yang akan dilaksanakan pada masa mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi BikersMu untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan memperluas jangkauan Dakwah Komunitas Muhammadiyah.
Sementara itu, Farid Rifai menegaskan bahwa dakwah tidak harus selalu melalui mimbar-mimbar pengajian.
“Dakwah tidak melulu dilakukan di atas mimbar. Melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Muhammadiyah hadir berdakwah melalui komunitas motor sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah kepada masyarakat,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dakwah Komunitas Muhammadiyah terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat. Komunitas motor yang selama ini identik dengan hobi dan perjalanan kini juga menjadi ruang silaturahmi, pembinaan, serta pengabdian sosial.
Dari atas motor, di bawah tenda perkemahan, hingga melalui aksi berbagi kepada masyarakat, Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa dakwah dapat hadir dengan cara yang lebih membumi dan menyentuh kehidupan sehari-hari.
Karena pada akhirnya, dakwah bukan hanya soal tempat dan metode, melainkan bagaimana nilai-nilai Islam dapat hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Terlebih melalui ruang-ruang yang selama ini mungkin tidak banyak tersentuh. (Najih)
