LDKMUH.OR.ID, Pontianak – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, harapan ternyata masih bisa tumbuh. Bagi sebagian orang, lembaga pemasyarakatan identik dengan hukuman dan keterbatasan. Namun bagi LDK Muhammadiyah Kalbar, lapas juga merupakan ruang dakwah, pembinaan, dan penguatan mental bagi mereka yang sedang menjalani proses perbaikan diri.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang digelar Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat di Lapas Kelas IIA Pontianak, Jumat (5/6/2026). Bertempat di Masjid Miftahul Jannah, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WIB itu diikuti oleh warga binaan muslim, termasuk para mualaf yang tengah memperdalam pemahaman keislaman mereka.
Melalui kegiatan tersebut, LDK Muhammadiyah Kalbar berupaya memperkuat aspek spiritual, mentalitas, serta cara pandang warga binaan dalam menghadapi kehidupan. Pembinaan kali ini menghadirkan Ketua LPCR PM PWM Kalimantan Barat, Muhammad Viki Riandi, S.Kes.CHt., yang menyampaikan materi bertajuk “Terapi Berpikir Positif: Mengubah Cara Pandang, Menata Masa Depan”.
Dalam pemaparannya, Viki menjelaskan bahwa berbagai persoalan hidup sering kali tidak hanya dipengaruhi oleh peristiwa yang dialami seseorang, tetapi juga oleh cara individu memaknai peristiwa tersebut. Ia mengaitkan pendekatan psikologi modern, khususnya Cognitive Behavioral Therapy (CBT), dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan optimisme, husnuzan, dan keyakinan terhadap pertolongan Allah SWT.
Dakwah yang Menguatkan Mental dan Masa Depan
Menurutnya, Islam sejak awal telah memberikan fondasi kuat untuk membangun kesehatan mental melalui cara berpikir yang sehat dan penuh harapan. Hal itu tercermin dalam firman Allah SWT:
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap ujian selalu disertai peluang dan jalan keluar yang mungkin belum tampak saat ini. Karena itu, berpikir positif bukan berarti mengingkari kenyataan, melainkan kemampuan melihat situasi secara jernih sambil tetap fokus pada upaya perbaikan diri.
Ia juga mengutip hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
Pesan tersebut menjadi dasar penting dalam membangun optimisme dan keyakinan bahwa rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berubah menjadi lebih baik.
Bagi LDK Muhammadiyah Kalbar, pembinaan di lapas tidak berhenti pada penyampaian materi keagamaan semata. Dakwah juga diarahkan untuk membangun daya tahan mental, memperkuat harapan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan seseorang.
Karena itulah, LDK Muhammadiyah Kalbar terus menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual sekaligus psikologis. Di tengah keterbatasan yang dihadapi warga binaan, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan menata kehidupan yang lebih baik setelah masa pembinaan berakhir.
Dari Masjid Miftahul Jannah di dalam kompleks lapas, LDK Muhammadiyah Kalbar kembali menunjukkan bahwa dakwah bukan sekadar menyampaikan ajaran agama, melainkan juga menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang menemukan jalan pulang menuju kehidupan yang lebih bermakna. (Najih)
