Jakarta, 2 Mei 2026 — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya berlangsung di ruang-ruang kelas, tetapi juga hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, para dai yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah menegaskan perannya sebagai pendidik umat yang hadir langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Mengusung semangat Hardiknas tahun ini, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” LDK Muhammadiyah memandang bahwa dakwah merupakan bagian penting dari proses pendidikan sosial. Dakwah tidak sekadar menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran, memperkuat nilai, dan memberdayakan masyarakat.
Ketua LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menyampaikan bahwa seorang dai pada hakikatnya adalah pendidik yang bekerja di tengah realitas kehidupan umat. “Seorang dai secara tidak langsung adalah pendidik yang hadir langsung di tengah masyarakat, membimbing dengan keteladanan dan menguatkan dengan nilai-nilai keislaman,” ujarnya kepada media.
Menurutnya, para dai komunitas di bawah naungan LDK Muhammadiyah selama ini telah menjalankan peran tersebut secara nyata. Mereka terjun ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari komunitas marginal di perkotaan hingga masyarakat di daerah terpencil, dengan membawa semangat dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan.
Di berbagai wilayah, para dai tidak hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat, pendidikan keagamaan, serta pendampingan sosial. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan.
“Dai kami hadir membawa misi rahmatan lil ‘alamin. Dakwah yang dilakukan tidak hanya memberi manfaat bagi umat Islam, tetapi juga bagi masyarakat secara luas,” tambah Muchamad Arifin.
Peran strategis para dai ini menunjukkan bahwa pendidikan bermutu tidak dapat berdiri sendiri tanpa keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Para dai menjadi bagian dari gerakan “partisipasi semesta” yang memperluas makna pendidikan hingga ke akar rumput.
Melalui momentum Hardiknas, LDK Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah sebagai gerakan pendidikan yang mencerahkan dan menggembirakan. Sebab, pendidikan terbaik adalah yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menguatkan iman dan menghadirkan harapan bagi kehidupan yang lebih baik.
