FORDIGIMU Perkuat Kompetensi Dai Digital, LDK PP Muhammadiyah Siapkan Dakwah yang Kredibel di Era Informasi

LDKMUH.OR.ID, Jakarta – Arus informasi yang semakin deras di media sosial menghadirkan tantangan baru bagi aktivitas dakwah. Di tengah maraknya hoaks, disinformasi, dan konten yang minim verifikasi, kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi para dai yang aktif di ruang digital.

Menyadari tantangan tersebut, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pelatihan Literasi Digital bagi anggota Forum Dai Digital Muhammadiyah (FORDIGIMU) secara daring melalui Zoom Meeting, Ahad (31/5/2026). Hadir dalam Kegiatan ini 30 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam forum dakwah digital Muhammadiyah.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan kapasitas FORDIGIMU yang baru diresmikan pada 24 Mei 2026. Forum ini dibentuk sebagai wadah bagi para dai, kreator konten, dan pegiat dakwah digital Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan dakwah Islam Berkemajuan melalui berbagai platform digital.

Ketua FORDIGIMU, Kamarul Zaman, menegaskan bahwa keberadaan dai digital tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi juga membawa identitas dan tanggung jawab organisasi dalam setiap aktivitas komunikasi di ruang publik digital.

“Pada diri anggota FORDIGIMU melekat dua gerakan, yaitu gerakan sebagai individu dan juga sebagai gerakan jamaah. Karena itu, setiap produksi aktivitas maupun konten harus mencerminkan nilai-nilai dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan berkemajuan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran dai digital Muhammadiyah harus mampu menghadirkan narasi yang edukatif, menyejukkan, dan memberikan solusi di tengah beragam dinamika yang berkembang di media sosial.

Literasi Digital Jadi Bekal Penting Dakwah Masa Kini

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari praktisi media digital Kompas TV sekaligus anggota Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Deni Muliya, M.I.Kom.

Ia menjelaskan bahwa keterampilan mengelola informasi menjadi salah satu kompetensi utama yang harus para pegiat dakwah digital miliki. Salah satunya melalui pemahaman teknik penulisan berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Deni menyoroti pentingnya penguasaan struktur straight news atau berita langsung yang mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan mudah publik memahaminya. Menurutnya, unsur 5W+1H harus menjadi fondasi dalam setiap penyampaian informasi agar pesan yang memiliki kejelasan dan nilai informatif yang kuat.

Selain itu, peserta juga memahami pentingnya proses verifikasi informasi sebelum mempublikasikan. Langkah tersebut penting untuk menjaga kredibilitas dakwah sekaligus mencegah penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan langsung dari Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin. Penguatan kapasitas anggota FORDIGIMU menjadi bagian penting dari strategi dakwah Muhammadiyah dalam merespons perkembangan teknologi dan transformasi komunikasi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Muhammadiyah berharap lahir lebih banyak dai digital yang tidak hanya kreatif dalam memproduksi konten, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang kuat sehingga mampu menghadirkan dakwah yang mencerahkan, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital. (Najih)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts