Semarak Ramadan Gembira 1447 H, PRM & PRA Gedong – Jakarta Timur Tekankan Spirit Kepedulian Sosial

Jakarta – Area Masjid Al Khairat, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dipadati oleh ratusan jamaah pada Ahad (1/3/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti rangkaian kegiatan “Ramadan Gembira 1447 H”, sebuah syiar Islam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Acara yang berlangsung cukup meriah ini mengombinasikan aksi sosial dengan penguatan spiritual, mulai dari bazar murah, santunan bagi kaum dhuafa, hingga layanan cek kesehatan gratis. Puncak acara diisi dengan ceramah agama bertajuk “Ramadan & Kepedulian Sosial” yang menghadirkan narasumber dari Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah.

Hadir sebagai penceramah utama, Miqdam Awwali Hashri, S.E., M.Si., Pengurus Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat (LDK PP) Muhammadiyah. Dalam tausiyahnya, ia memaparkan makna mendalam di balik ibadah puasa sebagai gerakan kolektif umat.

“Ibadah puasa adalah perintah yang ditujukan secara berjamaah, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Baqarah ayat 183. Tujuannya adalah agar kita semua mencapai derajat ketaqwaan,” ujar Miqdam di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketaqwaan bukan sekadar hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, melainkan juga kunci terbukanya ilmu. Mengutip ujung QS. Al-Baqarah ayat 282, ia menegaskan bahwa dengan bertaqwa, maka Allah SWT akan memberikan pengajaran dan petunjuk langsung kepada hamba-Nya.

Dalam konteks sosial, Miqdam menekankan bahwa berpuasa secara berjamaah adalah sarana efektif untuk membentuk rasa empati yang kuat.
“Ramadan mengajarkan kita untuk merasakan lapar dan dahaga secara berjamaah. Kesamaan rasa inilah yang seharusnya melahirkan kepedulian sosial yang nyata. Kita beribadah secara berjamaah, dan sudah sepatutnya kita beramal salih serta membantu sesama dengan semangat kebersamaan pula,” tambahnya.

Miqdam juga mengajak para jamaah untuk tidak hanya puasa dalam rangka menahan diri dari konsumsi dan emosi, namun juga menahan diri dari emisi sebagai salah satu praktik Green Ramadan yang digelorakan oleh Muhammadiyah. Menahan diri dari emisi dapat dilakukan dari hal yang sederhana seperti pergi ke masjid dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Kegiatan ini membuktikan bahwa Masjid Al Khairat mampu menjadi pusat pembinaan umat sekaligus solusi sosial di wilayah Pasar Rebo. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, testimoni mualaf, dan berbuka puasa dalam suasana penuh kekeluargaan, mempertegas pesan bahwa Ramadan adalah momentum kegembiraan yang harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara berjamaah.

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts