LDKMUH.OR.ID, Yogyakarta – Bikers Muhammadiyah (Bikersmu) adalah komunitas motor di bawah naungan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah. Komunitas ini hadir sebagai wadah silaturahmi, dakwah, dan kepedulian sosial bagi para pecinta otomotif yang terhimpun dalam Muhammadiyah.
Dalam rangka Milad perdananya, Bikersmu Koordinator Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar touring lintas provinsi sekaligus bakti sosial di Pantai Setrojenar, Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 anggota komunitas motor Muhammadiyah se-DIY.

Rombongan berangkat Ahad pagi (21/9/2025) dari halaman Masjid KH Sudja’ RS PKU Muhammadiyah Gamping menuju Pantai Setrojenar. Sebelum keberangkatan, peserta mendapat arahan rute perjalanan dan adab berkendara dari Road Captain Fauzan, kemudian perjalanan dilepas dengan doa oleh Fauzi.
Setibanya di lokasi, pembukaan acara dilaksanakan di kawasan Pantai Setrojenar. Para peserta duduk lesehan, makan bersama, dan menikmati suasana kebersamaan di tepi pantai. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya yang menjadi ciri khas kegiatan Muhammadiyah. Hadir memberikan sambutan Lurah Setrojenar, perwakilan LAZISMU PDM Kebumen, serta Ketua Bikersmu Korwil DIY.
Ketua Bikersmu Korwil DIY, Wahyu Gunawan atau akrab disapa Ndan Soni, menyampaikan bahwa touring ini merupakan bagian dari rangkaian Milad pertama komunitas. “Touring ini diikuti oleh semua anggota dan perwakilan Bikersmu dari Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, Kulonprogo, dan Gunungkidul,” ungkapnya. Ia menambahkan, dalam bakti sosial tersebut pihaknya membagikan Al-Qur’an, perlengkapan salat, sembako, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 50 warga Setrojenar.
Acara ini terselenggara atas kolaborasi antara Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY, Bikersmu Korwil DIY, LAZISMU PDM Kebumen, RS PKU Muhammadiyah Sruweng, PCM dan PCA Buluspesantren, Pemerintah Desa Setrojenar, pengelola wisata Pantai Setrojenar, serta Takmir Masjid Baitur Rahman Setrojenar.
Selain diikuti 300 peserta dengan beragam jenis sepeda motor, touring ini juga mendapat dukungan pengawalan dari Ambulan MU Kalibawang dan Pajangan, Ambulan Tim Djawil Jundil Yogyakarta, serta dua mobil bak terbuka untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami kendala teknis di perjalanan.
