Lahewa, Nias Utara — Program pengabdian dai Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat dakwah Islam yang inklusif dan berkemajuan. Selama hampir empat bulan menjalankan amanah pengabdian, Nurrahman Assa’adah melaksanakan tugas dakwah di wilayah Lahewa, Nias Utara, sebuah daerah dengan karakter masyarakat yang majemuk dan mayoritas non-Muslim.
Nias dikenal sebagai wilayah dengan tingkat toleransi yang terjaga dengan baik. Hidup berdampingan lintas agama menjadi realitas sosial yang dirasakan langsung oleh Nurrahman, dai LDK Muhammadiyah yang ditugaskan di Lahewa, Nias Utara. Oleh karena itu, sebagai dai pengabdian, Nurrahman menaruh perhatian besar pada upaya menjaga dan merawat nilai toleransi tersebut melalui pendekatan dakwah yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat.
Dalam kegiatan pengajian, Nurrahman banyak menekankan tema muamalah sebagai fokus utama. Topik ini dinilai krusial dalam konteks kehidupan sosial masyarakat Lahewa yang hidup berdampingan lintas agama, sehingga penguatan hubungan antar manusia (hablumminannas) menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Selain muamalah, berbagai tema lain seperti ibadah, akidah, tajwid, dan persoalan keislaman sehari-hari juga dibahas, umumnya melalui sesi tanya jawab yang interaktif.
Pengajian yang diampu Nurrahman sebagai dai LDK Muhammadiyah memiliki ragam sasaran, mulai dari Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), IPM, hingga pengajian ibu-ibu desa. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dengan jadwal: Selasa dan Sabtu untuk ibu-ibu desa, Kamis untuk Muhammadiyah, Jumat untuk Aisyiyah, serta pengajian NA dan IPM yang dilaksanakan sebulan sekali.
Selain fokus pada dakwah, Nurrahman juga diamanahkan untuk mengajar sebagai guru Bahasa Arab dan Kemuhammadiyahan di SD Muhammadiyah Lahewa. Nurrahman turut mengelola media sosial Instagram dan Facebook sekolah sebagai sarana dokumentasi dan publikasi aktivitas pendidikan yang berlangsung, sehingga kiprah SD Muhammadiyah Lahewa dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Di bidang pembinaan kader, Nurrahman melanjutkan pengembangan Tapak Suci yang sebelumnya telah dirintis oleh dai pendahulu, Zidanul Akhsan. Kehadiran Tapak Suci di Lahewa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, dengan seragam khas berwarna merah yang mencuri perhatian. Alhamdulillah, kegiatan ini telah berjalan lebih dari satu tahun. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan pemahaman teknis terkait pelaksanaan ujian kenaikan tingkat serta minimnya sarana pendukung latihan. Beberapa perlengkapan seperti body protector yang sudah tidak layak pakai dan ketiadaan matras menjadi perhatian serius, mengingat seluruh peserta Tapak Suci merupakan siswa sekolah dasar.
Tak hanya itu, Ustadz Nurrahman juga aktif berkontribusi dalam Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) setiap sore dari Senin hingga Jumat, beliau mendampingi anak-anak yang sudah membaca al-Qur’an, serta pada malam hari membantu pembelajaran untuk anak-anak tingkat Iqra.
Pengabdian yang dijalani Nurrahman sebagai dai LDK Muhammadiyah memberikan kesan sendiri di hati Nurrahman, “kesan saya campur aduk, di samping saya cepat lelah dengan berbagai agenda yang baru kali ini saya rasakan tapi ketika melihat semangat peserta dalam mengikut kegiatan saya jadi ikut semangat dan senang” ujar Nurrahman pada hari Selasa, (10/02/2026).
Nurrahman juga merasakan antusiasme masyarakat yang tinggi, kemungkinan karena posisinya sebagai pendatang yang membawa semangat baru. Meski diakui bahwa padatnya agenda membuat kelelahan fisik kerap dirasakan Nurrahman, semangat para peserta dalam mengikuti setiap kegiatan menjadi sumber energi dan kebahagiaan tersendiri. Salah satunya datang dari murid Nurrahman yaitu Ahmad Rafid Lase “Selama ustadz mengajar baik dalam menjalankan tugasnya” ujarnya pada hari Selasa, (10/02/2026).
Program pengabdian ini menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya tentang menyampaikan ajaran, tetapi juga tentang hadir, memahami konteks, merawat toleransi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan, demi terwujudnya masyarakat yang harmonis dan berkemajuan di Nias Utara. (Latifa)
