Merawat Dakwah, Mempersiapkan Generasi: Kiprah Dai LDK Muhammadiyah di Sukamara

Sukamara, Kalimantan Tengah — LDK Muhammadiyah kembali menegaskan perannya dalam menyentuh ruang-ruang pembinaan umat dan pembentukan peradaban melalui penugasan dai di wilayah Sukamara, Kalimantan Tengah. Dai yang ditugaskan dalam program dakwah ini adalah Muhammad Fauzan Al-Fatih Hasibuan yang menjalankan amanah dakwah di berbagai lini pendidikan dan pembinaan keislaman.

Dalam pelaksanaan tugas dakwahnya, Fauzan, dai LDK Muhammadiyah di Sukamara aktif mengajar TPQ Aisyiyah untuk anak-anak di Masjid Al-Fajr Sukamara setiap hari Senin hingga Jumat ba’da ashar. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan al-Qur’an sekaligus penanaman nilai-nilai keislaman sejak dini bagi generasi muda Sukamara.

Selain itu, Fauzan juga mengisi kajian Tarjih dan Kemuhammadiyahan bagi santri Asrama SMP dan SMA Muhammadiyah Sukamara yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Jumat ba’da maghrib hingga isya. Kajian ini bertujuan memperkuat pemahaman ideologi, manhaj, dan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah sebagai bekal kader masa depan.

Di bidang pendidikan formal, Fauzan turut mengemban tugas sebagai pengajar di SMP dan SMA Muhammadiyah Sukamara pada jam pagi hingga siang hari setiap Senin sampai Jumat.

Muhammadiyah Sukamara sendiri menjadi simbol nyata bagaimana persyarikatan terus berikhtiar menata langkah dakwah, dengan kondisi sumber daya manusia yang masih terbatas dan masih dipandang sebagai kelompok minoritas. Berdirinya Perguruan Muhammadiyah dari jenjang SD hingga SMA menjadi bukti kepercayaan masyarakat sekaligus ruang strategis untuk memperluas dakwah pencerahan.

Kehadiran Fauzan, dai yang ditugaskan LDK Muhammadiyah di Sukamara, Kalimantan Tengah ini mendapat respons positif dari para santri. Salah satunya disampaikan oleh Muhammad Bayu, santri Asrama Perguruan Muhammadiyah Sukamara:

Alhamdulillaah, kami merasakan kehadiran Ustadz Fauzan selama kami aktif kajian asrama Muhammadiyah. Belajar Tarjih dan Kemuhammadiyahan menjadi pembelajaran yang menyenangkan dengan pembawaan beliau yang asyik dan menyenangkan,” ungkapnya pada hari Senin, (09/02/2026).

Sementara itu, Fauzan sendiri menyampaikan harapannya agar Muhammadiyah di Sukamara terus menjadi pusat cahaya dakwah:

“Muhammadiyah di ujung barat Kalimantan Tengah ini harus menjadi mercusuar dakwah yang membentuk peradaban. Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan sudah ada, yang terpenting kini adalah menyiapkan generasi yang dibina agar siap menjadi kader Persyarikatan dan bangsa. Dakwah harus berkelanjutan dan tidak boleh terhenti di persimpangan jalan,” terangnya pada hari Senin, (09/02/2026)

Melalui program dakwah ini, Muhammadiyah meneguhkan komitmennya untuk terus menanam, merawat, dan menumbuhkan kader-kader umat yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan demi masa depan Islam dan Indonesia. (Latifa)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts