LDKMUH.OR.ID, Semarang – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya dakwah Muhammadiyah dijalankan secara seimbang antara pendekatan kultural dan struktural agar memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).
Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melanjutkan penjelasan Kyai Tafsir dengan menguraikan teladan dakwah Rasulullah SAW. Ia mengingatkan bahwa pada fase awal di Makkah selama 13 tahun, Rasulullah lebih menitikberatkan dakwah kultural melalui pembinaan akhlak dan kesadaran umat.
“Saat pelatihan dakwah diceritakan bahwa Rasul itu 13 tahun di Makkah, dakwahnya kultural. Ketika hijrah ke Madinah, pada masa Perang Badar, jumlah mujahidnya masih sekitar 313 orang,” ujar Zulhas pada Kamis malam (29/1).
Ia menjelaskan, setelah hijrah ke Madinah dan memperoleh kemenangan dalam Perang Badar, posisi kepemimpinan Rasulullah SAW semakin kuat. Sejak saat itu, dakwah tidak hanya dilakukan melalui pendekatan kultural, tetapi juga diperkuat dengan pendekatan struktural.
“Sejak saat itu dakwah berkembang tidak hanya secara kultural, tetapi juga struktural. Hasilnya luar biasa, menjelang wafatnya Rasulullah, umat Islam bertambah sekitar 140 ribu orang dalam kurun waktu 10 tahun di Madinah,” jelasnya.
Menurut Zulhas, pengalaman sejarah tersebut menunjukkan bahwa dakwah akan berjalan lebih efektif apabila pembinaan budaya masyarakat berjalan seiring dengan keterlibatan dalam struktur kepemimpinan dan kebijakan.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengulas kontribusi besar Muhammadiyah dan para tokohnya dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan. Ia menyinggung peran tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam proses perumusan dasar negara.
“Muhammadiyah sudah berjuang jauh sebelum kemerdekaan. Tokoh-tokoh seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kahar Muzakkir, Kasman Singodimedjo, dan lainnya memiliki perjuangan yang luar biasa dalam merumuskan Pancasila,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keteladanan para tokoh bangsa tersebut, mulai dari masa kemerdekaan, reformasi, hingga era kini, patut dijadikan inspirasi oleh generasi penerus dalam membangun Indonesia.
Sebagai Menko Bidang Pangan, Zulhas turut menyampaikan gambaran umum arah kebijakan pemerintah, meliputi upaya mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan pangan, pengelolaan sumber daya alam yang adil, serta pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menilai seluruh agenda tersebut berakar dari nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa.
“Semua itu perlu kita benahi bersama-sama. Jika dirumuskan secara keseluruhan, itulah yang disebut ekonomi Pancasila yaitu sebuah konsep yang dulu dirumuskan oleh Kasman Singodimedjo, Ki Bagus Hadikusumo, dan para pendiri bangsa lainnya,” pungkas Zulhas.
