LDKMUH.OR.ID, Semarang — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya penerapan collaborative government dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat bertumpu pada peran pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah.
Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan di Semarang. Ia menilai Muhammadiyah, melalui LDK, memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
“Pembangunan Jawa Tengah tidak cukup hanya terintegrasi dengan pemerintah pusat. Kita membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi kemasyarakatan yang sudah terbukti bekerja untuk masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.
Menurutnya, LDK Muhammadiyah memiliki keunggulan karena mampu menjangkau lapisan komunitas paling bawah, termasuk kelompok marjinal, wilayah terpencil, serta komunitas yang sering kali luput dari perhatian kebijakan negara. Peran tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah yang menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama.
Ahmad Luthfi juga mengungkapkan target besar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2026, yakni terwujudnya swasembada pangan. Untuk merealisasikan target tersebut, ia menegaskan perlunya kemitraan dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk Muhammadiyah yang memiliki jaringan luas hingga ke tingkat akar rumput.
“LDK Muhammadiyah ini penting. Ia bukan hanya berdakwah dalam pengertian ceramah, tetapi juga membangun kesadaran, kemandirian, dan daya tahan masyarakat. Ini sangat relevan dengan agenda pemerintah dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Rakornas II LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah sendiri menjadi ajang konsolidasi dakwah komunitas Muhammadiyah secara nasional, sekaligus menegaskan peran dakwah tidak hanya dalam ranah keagamaan, tetapi juga sebagai bagian integral dari pembangunan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
