Pengurus LDK PP Muhammadiyah Jadi Presenter di Forum Komunitas Akademik Sepeda Internasional

KLATEN — Salah satu pengurus Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Miqdam Hashri, akan tampil sebagai salah satu presenter dalam International Cycling History Conference (ICHC) ke-35 yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin hingga Rabu, 18–20 Mei 2026. Konferensi ini merupakan bagian dari rangkaian Klaten International Cycling Festival, event sepeda terbesar di Indonesia, yang berlangsung 17–24 Mei 2026.

Dalam forum akademik internasional itu, Miqdam yang juga merupakan mahasiswa doktoral Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, akan membawakan makalah berjudul “Cycling Culture in Urban Muslim Community: Understanding Practice through Lived Religion”, sebuah kajian yang menelaah praktik bersepeda dalam kehidupan komunitas Muslim dari perspektif keagamaan sehari-hari. Makalah tersebut akan dibawakan pada sesi hari kedua, Selasa, 19 Mei 2026, bersanding dengan para peneliti dan sejarawan dari Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Kolombia, dan negara-negara lainnya.
Topik yang dibawakan oleh Miqdam dapat memperkaya perspektif pada studi sepeda, yaitu mengangkat budaya bersepeda terutama bersepeda ke masjid. Keikutsertaan kader ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah turut serta menjadi bagian dari komunitas global pegiat sepeda.

ICHC merupakan forum komunitas akademik yang pertama kali diselenggarakan di Glasgow, Inggris, pada 1990. Selama lebih dari tiga dekade, konferensi ini menjadi ruang pertemuan sejarawan, akademisi, peneliti, dan pegiat sepeda dari seluruh dunia. Tahun ini, untuk pertama kalinya ICHC hadir di Asia Tenggara, menjadikan Klaten, Indonesia, sebagai tuan rumah bersejarah.

Konferensi dibuka langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan dikoordinasikan oleh Fahmi Saimima selaku Komite Nasional ICHC. Selama tiga hari, Pendopo Bupati Klaten yang berkapasitas 300 peserta menjadi panggung bagi lebih dari dua puluh presenter dari berbagai negara. Di antara nama-nama terkemuka hadir Prof. Glen B. Norcliffe dari York University Kanada, David Herlihy dari Amerika Serikat, serta Jos Rietveld dari Belanda. Turut hadir pula Filip Pauwels asal Belgia, Vice President of the International Veteran Cycle Association (IVCA). Pada sesi puncak Rabu 20 Mei, tampil para keynote speaker berlatar belakang diplomat dan akademisi, termasuk Duta Besar Belanda H.E. Marc Gerritsen, Duta Besar Jerman H.E. Ralf Beste, serta Guru Besar FISIPOL UGM Prof. Dr. Amalinda Savirani.

ICHC 2026 mengangkat tema “Cycling Culture: Bridging History, Humanity, and Sustainability”. Fahmi menegaskan bahwa konferensi ini sarat nilai akademis, membahas sejarah sepeda dari masa lalu hingga masa depan, sekaligus menyuarakan pesan bahwa sepeda telah melampaui fungsinya sebagai alat olahraga atau transportasi semata — ia telah menjadi bagian dari peradaban dan solusi berkelanjutan. Sepeda, menurutnya, relevan menjawab berbagai tantangan kontemporer Indonesia, mulai dari krisis bahan bakar, perubahan iklim, kemacetan perkotaan, hingga polusi udara.

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts