Ramadhan Jadi Momentum Perkuat Pembinaan Komunitas Mualaf

LDKMUH.OR.ID, Jakarta Timur – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi komunitas mualaf melalui program “Daurah Mualaf Ramadhan 1447 H”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad, 6–8 Maret 2026 atau bertepatan dengan 17–19 Ramadhan 1447 H, di Aula Rusunawa UHAMKA, Ciracas, Jakarta Timur.

Program ini diselenggarakan oleh PRM Gedong dengan dukungan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Gedong, serta mendapatkan pendampingan langsung dari Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah. Sekitar 50 peserta mualaf mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang sebagai forum penguatan akidah, ibadah, dan akhlak bagi para peserta.

Sejumlah dai dan akademisi Muhammadiyah hadir sebagai pemateri dalam kegiatan pembinaan intensif ini. Materi yang disampaikan meliputi sejarah para nabi dan sahabat di awal Islam, pembinaan ibadah, penguatan akhlak, etos kerja Muslim, serta pemahaman tentang bagaimana menjadi Muslim yang sebenar-benarnya.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti berbagai rangkaian ibadah bersama, seperti shalat berjamaah, qiyamul lail, sahur bersama, bimbingan membaca Al-Qur’an, serta sesi reflektif bertajuk “Suka & Duka Menjadi Mualaf” dan “Harapan Menjadi Mualaf”. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan peserta serta doa bersama.

Salah satu narasumber yang hadir adalah Miqdam Awwali Hashri, M.Si, yang juga merupakan Direktur Manajemen Pusat Muhammadiyah Mualaf Learning Center. Dalam materinya yang bertajuk “Akhlakul Karimah dan Akhlakul Mazmumah”, ia menekankan pentingnya pembinaan akhlak sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.

Menurutnya, akhlakul karimah harus menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap Muslim, termasuk para mualaf, sementara akhlakul mazmumah harus dihindari karena dapat merusak relasi sosial dan kualitas keimanan.

Ia juga menegaskan bahwa salah satu prinsip dasar akhlak dalam Islam adalah saling menghormati antar sesama manusia.

“Fitrah manusia adalah ingin dihormati dan dimuliakan,” ujarnya dalam sesi materi.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, seluruh makhluk pernah diperintahkan Allah SWT untuk sujud kepada Nabi Adam AS sebagai bentuk penghormatan terhadap kemuliaan manusia. Pesan tersebut menjadi landasan etis bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban untuk menjaga martabat sesama manusia. Tidak hanya itu, manusia juga perlu menjaga akhlak terhadap alam dan lingkungan, salah satunya dengan mengurangi polusi melalui kebiasaan berjalan kaki atau bersepeda.

Ketua PRM Gedong, Mukhsin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan kemaslahatan yang luas serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Melalui penyelenggaraan Daurah Mualaf Ramadhan 1447 H, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya dalam melakukan pembinaan berkelanjutan bagi komunitas mualaf. Pembinaan tersebut tidak berhenti pada proses syahadat semata, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan yang terstruktur agar para mualaf memiliki bekal akidah yang kuat, pemahaman ibadah yang benar, serta akhlak yang kokoh dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim.

Di tengah dinamika sosial masyarakat perkotaan, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus solidaritas bagi para mualaf, sehingga mereka tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh dan berkembang dalam bimbingan serta kebersamaan umat.

Melalui program pembinaan seperti ini, Muhammadiyah terus berupaya menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan menggembirakan, sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan umat di berbagai lapisan masyarakat. (Najih)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Latest Posts