LDKMUH.OR.ID, Kepulauan Sangihe — Momentum Ramadan dimanfaatkan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memperkuat jaringan dakwah di wilayah kepulauan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Syiar Ramadan 1447 H di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Khalid bin Walid Al Awal Moronge tersebut diisi dengan Konsolidasi Dai Komunitas se-Kepulauan Sangihe serta Tabligh Akbar yang dihadiri pimpinan Muhammadiyah dan masyarakat.
Ketua PDM Kepulauan Sangihe M. Ali Lintihaseng, M.Pd.I menyampaikan rasa syukur atas hadirnya dai Muhammadiyah yang bertugas di daerah tersebut.
“Alhamdulillah dengan adanya Ustaz Hanif, dai LDK yang ditugaskan di sini sangat mewarnai dakwah di Kepulauan Sangihe ini,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Wakil Sekretaris LDK PP Muhammadiyah Dr. Tohirin, M.Pd.I menegaskan pentingnya penguatan spiritual dalam ibadah.
“Beribadah harus tumakninah. Ibadah seperti mengaji harus dengan rasa, agar kita bisa menikmati,” ujarnya.
Ia juga berharap lahir kader dakwah dari masyarakat setempat.
“Ke depan semoga muncul kader-kader lokal yang bisa hadir untuk menampilkan dakwah di Sangihe,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Sulawesi Utara Abdullah Al Buchori mengingatkan pentingnya tiga pegangan hidup bagi umat Islam.
“Tiga pegangan hidup yaitu Al-Qur’an, Al-Hadis, dan ilmu pengetahuan. Kita akan siapkan LDK di PDM-PDM agar dakwah bisa hidup,” ungkapnya.
Wakil Bendahara LDK PP Muhammadiyah Kamarul Zaman, S.E., M.Ak menjelaskan bahwa pendekatan dakwah yang dikembangkan LDK lebih luas.
“Fokus LDK adalah dakwah berbasis komunitas, dengan pendekatan yang lebih luas. Tidak hanya ceramah di mimbar-mimbar masjid,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dakwah Muhammadiyah di wilayah Kepulauan Sangihe.
